Simvastatin, Obat Kolesterol Paling Banyak digunakan, Indikasi dan Efek Sampingnya

wp-1466153028720.jpgSimvastatin merupakan salah satu obat penurun kolesterol dalam darah atau yang lebih dikenal dengan statin. Kolesterol jahat (LDL) mudah menggumpal dan menempel pada dinding pembuluh darah. Suatu kondisi yang dapat membentuk plak dan menyebabkan aterosklerosis atau penyumbatan pembuluh darah.

Simvastatin adalah obat antilipidemik yang merupakan derivat asam mevinat. Simvastatin bekerja dengan cara menghambat enzim 3-hidroksi-3-metil-glutaril-koenzim A (HMG-CoA) reduktase yang berperan dalam mengkatalis pembentukan kolesterol. Sistem enzim HMG-CoA reduktase ini bertanggung jawab terhadap terjadinya perubahan HMG-CoA menjadi asam mevalonat, yang merupakan tahap awal dari pembentukan kolesterol. Dengan kerja penghambatannya ini maka simvastatin dapat menyebabkan penurunan pembentukan kolesterol.

Kinerja obat ini adalah menghambat enzim pembentuk kolesterol sehingga kadar kolesterol dalam darah berkurang. Keefektifan obat ini akan semakin terlihat jika disertai dengan penerapan gaya hidup yang sehat seperti berolahraga secara teratur dan menjauhi makan berminyak.

Dengan menurunkan kadar LDL dalam darah, simvastatin juga mengurangi risiko penyakit jantung dan stroke. Kadar LDL yang normal dalam darah adalah di bawah 100 mg/dL.

Simvastatin

Jenis obat Statin
Golongan Obat resep
Manfaat
  • Menurunkan kolesterol dalam darah
  • Mengurangi risiko serangan jantung dan stroke
Dikonsumsi oleh Dewasa
Bentuk Tablet dan cairan yang diminum

Simvastatin tersedia dalam berbagai merek dan dapat digunakan dalam bentuk tablet dan cairan yang diminum. Penggunaannya harus dengan resep dokter.

Selain menurunkan kolesterol, simvastatin juga dapat meningkatkan jumlah reseptor Low Density Lipoprotein (LDL) yang terdapat pada membran sel hati dan jaringan ekstrahepatik. Peningkatan reseptor ini akan menyebabkan banyak LDL yang hilang dari plasma, sehingga kadar LDL plasma akan menurun. LDL itu sendiri merupakan penyebab utama penyakit jantung. Dengan efek penurunan LDL ini maka simvastatin juga dikenal sebagai obat kardioprotektor yang melindungi dari penyakit jantung dan serangan jantung.Indikasi Simvastatin Sebagai obat yang menurunkan kolesterol simvastatin dapat digunakan untuk :

  • Pengobatan pada penderita yang mengalami peningkatan risiko kekakuan pembuluh darah yang disebabkan oleh kadar kolesterol yang tinggi.
  • Pengobatan penunjang pada diet yang ketat, apabila diet dan pengobatan lainnya tidak memberikan respon yang baik.
  • Pengobatan pada penderita dengan penyakit jantung koroner disertai hiperkolesterolemia
  • Menurunkan risiko kematian akibat penyakit jantung koroner, menurunkan risiko kematian otot jantung dan serangan jantung
  • Menurunkan risiko komplikasi pada pasien yang akan menjalani prosedur revaskularisasi otot jantung
  • Pengobatan pada penderita hiperkolesterolemia primer, simvastatin digunakan untuk menurunkan kadar kolesterol total dan LDL dalam darah.

Peringatan:

  • Tidak boleh dikonsumsi oleh ibu hamil.
  • Efek obat ini pada ASI belum diketahui jadi sebaiknya dihindari oleh ibu yang sedang menyusui.
  • Bagi wanita pada usia subur, gunakan kontrasepsi yang efektif karena simvastatin dapat berdampak buruk pada janin. Jadi penting untuk mencegah kehamilan semasa mengonsumsi obat ini.
  • Jangan mengonsumsi jus grapefruit karena akan meningkatkan kadar simvastatin dalam darah.
  • Harap berhati-hati bagi penderita gangguan hati, ginjal, tiroid, yang pernah mengidap gangguan otot, seperti nyeri atau sakit otot tanpa penyebab yang jelas, serta yang rutin mengonsumsi minuman keras.
  • Jika terjadi reaksi alergi atau overdosis, segera hubungi dokter.

Dosis Simvastatin

  • Simvastain yang diperdagangkan tersedia dalam sedian tablet simvastatin 10 mg dan simvastatin 20 mg.
  • Pasien dianjurkan melakukan diet untuk mengurangi kolesterol sebelum dan selama dilakukannya pengobatan dengan simvastatin.
  • Adapun dosis yang sering digunakan adalah:Pada awal pengobatan dosis yang dianjurkan adalah simvastatin 5 -10 mg sehari sebagai dosis tunggal yang digunakan pada malam hari.
  • Pada pengobatan hiperkolesterolemia ringan sampai sedang dosis yang dianjurkan adalah 5 mg sehari sebagai dosis tunggal yang digunakan pada malam hariPengaturan dosis dapat disesuaikan dengan respon penderita sampai maksimum 40 mg sehari sebagai dosis tunggal yang digunakan pada malam hari dengan interval penyesuaian tidak kurang dari 4 minggu.Pengobatan pada penderita yang mendapatkan obat immunosupresan bersamaan dengan simvastatin, hendaknya agar diberikan dosis terendah yang dianjurkan.
  • Pengurangan dosis perlu dipertimbangkan apanila kadar kolesterol LDL turun sampai dibawah 75 mg/dl (1,94 mmol/l) atau kadar total kolesterol plasma sampai turun dibawah 140 mg/dl (3,6 mmol/l).
  • Pengobatan pada penderita yang mempunyai gangguan fungsi ginjal tidak memerlukan penyesuaian dosis, karena obat ini tidak memiliki pengaruh yang bermakna terhadap ginjal.
  • Dosis penggunaan simvastatin tergantung kepada tingkat kadar kolesterol dalam darah pasien, kondisi kesehatannya, dan seberapa tinggi risiko terkena serangan jantung dan stroke.
  • Dokter biasanya menganjurkan pasien untuk menggunakan obat ini dengan dosis 5-40 mg per hari.
  • Dosis maksimal simvastatin adalah 40 mg sehari. Obat ini dikonsumsi hanya satu kali sehari pada malam hari.

Cara penggunaan

  • Simvastatin dapat dikonsumsi pada malam hari, baik sebelum atau sesudah makan. Perubahan gaya hidup, misalnya mengurangi konsumsi makanan berlemak, meningkatkan konsumsi serat, berhenti merokok, serta teratur berolahraga, sebaiknya dilakukan agar dapat meningkatkan keefektifan obat ini.
  • Bagi yang tidak sengaja melewatkan jadwal meminum simvastatin, disarankan untuk segera meminumnya begitu teringat. Tetapi jangan mengganti dosis yang terlewat dengan menggandakan dosis simvastatin yang diminum berikutnya.
  • Selama mengonsumsi simvastatin, pasien disarankan untuk membatasi minuman keras karena berpotensi berdampak buruk pada organ hati. Pasien juga dianjurkan untuk menjalani tes darah secara teratur guna memantau kadar kolesterol dan kinerja obat pada tubuhnya.

Kenali Efek Samping dan Bahaya Simvastatin

  • Semua obat berpotensi menyebabkan efek samping, termasuk simvastatin. Tapi gejala akibat efek samping umumnya membaik setelah tubuh menyesuaikan diri. Jika mengalami kram atau nyeri otot setelah mengonsumsi simvastatin, hubungi dokter yang memberikan resep obat ini.
  • Walau jarang terjadi, simvastatin berpotensi menyebabkan kondisi inflamasi otot yang parah.
  • Beberapa efek samping simvastatin yang pernah dilaporkan yaitu sakit kepala, pusing, vertigo, mual, muntah, sakit perut, kembung, hepatitis, konstipasi, tremor, kebotakan, kehilangan libido, ginekomastia, disfungsi ereksi, dan mempercepat katarak.
  • Gangguan pencernaan.
  • Konstipasi atau diare.
  • Gangguan tidur.
  • Penipisan rambut

Informasi Keamanan

  • Pengobatan simvastatin harus diikuti dengan pemeriksaan kadar kolesterol berkala.
  • Pengobatan simvastatin harus diikuti dengan pemeriksaan fungsi hati berkala.
  • Pengobatan simvastatin harus dihentikan pada penderita dengan miopati akut atau pada penderita dengan risiko kegagalan ginjal sekunder akibat rabdomiolisis.
  • Hati – hati penggunaan simvastatin pada pasien pecandu alkoholism.
  • Hati – hati penggunaan simvastatin pada pasien dengan riwayat penyakit hati.
  • Hati – hati penggunaan simvasatain pada pasien anak karena keamanan dan efektifitasnya belum pasti.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s